Negara yang kaya adalah negara yang mampu memanfaatkan Sumber Daya yang ada, Sumber Daya Manusia merupakan salah satu dari beberapa faktor penting yang harus tetap dijaga dalam proses regenerasi cikal bakal calon pemimpin masa depan yang mampu meneruskan perjuangan para pemimpin bangsa masa kini untuk menjadikan bangsa indonesia menjadi bangsa yang mamiliki pemuda yang pancasilais serta menjunjung tinggi kandungan UUD 1945.
Beberapa sosok pemuda bangsa indonesia yang mempunyai jiwa nasionalisme tinggi untuk memperjuangkan harkat dan martabat bangsa indonesia dimata nasional serta internasional salah satu diantaranya yaitu Bapak Dino Patti Djalal, satu nama dari beberapa deretan nama penggawa bangsa indonesia yang tak asing lagi ditelinga. Beliau (Bapak Dino Patti Djalal) lahir di Beograd, Yugoslavia, 10 September 1965. Dino (panggilan akrab dari Bapak Dino Patti Djalal) lahir dari pasangan Hasyim Djalal (Ayah) dan Jurni (Ibu). Orang tua beliau berasal dari Ampek Angkek, Agam – Sumatra Barat. Ayahnya (Hasyim Djalal) merupakan seorang diplomat Indonesia ternama. Dalam perjalanan menempuh pendidikan bapak Dino Patti Djalal bermula dari SD dan SMP yang berbasis Islamic yaitu di Al Azhar, kemudian ia melanjutkan pendidikan setara SMA ke McLean High School di Amerika Serikat kemudian mengambil pendidikan S-1 ke Universitas Carleton. Gelar M.A. diraihnya dari Universitas Simon Frazer di Kanada hingga kemudian meraih gelar doktor bidang hubungan internasional di London School of Economics and Political Science. Perjalanan karir beliau dimulai pada awal tahun 1987 ketika masuk Departemen Luar Negeri. Berbagai penugasan penting pernah diemban, antara lain sebagai Juru Bicara Satuan Petugas P3TT (Pelaksana Penentuan Pendapat di Timor Timur), kepala Departemen Politik KBRI Washington dan Direktur Amerika Utara dan Tengah Departemen Luar Negeri. Ia sempat menjabat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara dan Amerika Tengah di Departemen Luar Negeri Republik Indonesia, kemudian ditunjuk sebagai juru bicara Presiden ketika Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden Indonesia. Diumurnya yang ke-48 beliau dilantik pada 10 Agustus 2010 oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.
Ada banyak lagi dari penggawa pimpinan bangsa indonesia yang bisa dijadikan contoh untuk diteladani guna menjadikan masyarakat indonesia menjadi masyarakat yang bangga akan bangsanya sendiri serta tergugah untuk memajukan setiap bidang yang ditekuni.

0 comments:
Post a Comment